Proses seleksi dilakukan sesuai permintaan Mahkamah Agung (MA) untuk mengisi posisi 13 hakim agung yang kosong.
Oleh: Aida Mardatillah
Ilustrasi: HOL
Ilustrasi: HOL

Komisi Yudisial (KY) mengumumkan 24 orang calon hakim agung dinyatakan masuk mengikuti seleksi wawancara yang akan dilaksanakan pada selasa hingga sabtu (3-7 Agustus) di Kantor Komisi Yudisial Jl. Kramat Raya No. 57, Jakarta Pusat. 24 orang tersebut lulus seleksi kesehatan dan kepribadian dari 45 orang calon hakim agung lainnya. Para CHA tersebut telah menjalani seleksi kesehatan pada Senin-Selasa, (7-8 Juni) di RSPAD Gatot Subroto. Untuk seleksi kepribadian terdiri asesmen kompetensi dan kepribadian secara daring telah dilaksanakan pada 17 s.d. 25 Juni 2021, rekam jejak, dan masukan dari masyarakat.

Diketahui, Proses seleksi dilakukan sesuai permintaan Mahkamah Agung (MA) untuk mengisi posisi 13 hakim agung yang kosong. Posisi yang dibutuhkan, yaitu 2 hakim agung untuk Kamar Perdata, 8 hakim agung untuk Kamar Pidana, 1 hakim agung untuk Kamar Militer, dan 2 hakim agung untuk Kamar Tata Usaha Negara (TUN), khusus Pajak.
Dalam konferensi pers secara daring, Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Siti Nurdjanah memperinci para calon hakim agung tersebut yaitu 19 orang dari jalur karier dan 5 orang jalur nonkarier. “Bila diperinci berdasarkan jenis kamar yang dipilih, maka terdiri dari 15 orang memilih kamar Pidana, 6 orang memilih kamar Perdata, 3 orang memilih kamar Militer. Namun, KY tidak meloloskan calon hakim agung di kamar TUN khusus pajak,” ujar Nurdjanah  saat membacakan penetapan berdasarkan rapat pleno pada, Jumat (30/7) secara daring.
Nurdjanah mengatakan dari 24 calon hakim agung yang lulus seleksi kesehatan dan kepribadian, terdiri dari 22 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan, lanjut Nurdjanah, sebanyak 8 orang bergelar master, dan 16 orang bergelar doktor. “Para CHA memiliki latar belakang profesi sebagai hakim sebanyak 19 orang hakim karir, 3 orang akademisi, serta 2 orang berprofesi lainnya,” tambah Nurdjanah. (Baca: Rekrutmen CPNS MA 2021: Dibutuhkan 1.540 Formasi Calon Hakim)

Terkait pelaksanaan seleksi wawancara, KY memastikan akan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Peserta wawancara wajib melakukan tes usap PCR paling cepat 2 hari sebelum jadwal wawancara, dengan hasil negatif. “Apabila hasil tes positif, maka wawancara akan dilakukan secara daring. Selama wawancara wajib menjalankan protokol kesehatan dan menyiapkan tulis serta kebutuhan pribadi secara mandiri,” jelas Nurdjanah.

Para peserta wawancara akan diuji oleh panelis yang terdiri dari 7 Anggota KY, 1 orang negarawan, dan 1 orang pakar hukum. Panelis akan menggali visi, misi, komitmen, kenegarawanan, integritas dan komitmen, wawasan pengetahuan hukum dan peradilan, dan kompetensi teknis terkait penguasaan hukum formil dan materiil. Lebih lanjut pengumuman hasil seleksi kesehatan dan kepribadian dapat diakses di website KY, yaitu www.komisiyudisial.go.id mulai 30 Juli 2021.

Seperti diketahui, ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilewati para CHA setelah seleksi administrasi. Pertama, tahapan seleksi kualitas berupa karya tulis atau makalah (CHA nonkarier), dan studi kasus hukum untuk membuat putusan di tempat (CHA karier), serta studi Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).
Kedua, tahapan uji kelayakan dan kepatutan. Tahapan ini terdiri dari seleksi kesehatan dan kepribadian kerja sama KY dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat. Dalam tahap ini ada seleksi profil assesment (penilaian kepribadian), uji kompetensi, termasuk penelusuran rekam jejak para calon.

Dari tahapan seleksi kedua itu, penentuan kelulusan merupakan gabungan dari hasil tes kesehatan, assesement, kepribadian, kompetensi serta rekam jejak. Kelulusan tahap ini nantinya diputuskan dalam rapat pleno pimpinan dan anggota KY.

Ketiga, tahapan wawancara. Menurutnya, pada tahapan seleksi wawancara ini untuk menggali visi dan misi serta komitmen calon, kenegarawanan, integritas, wawasan hukum dan peradilan. Ini tahapan seleksi penentuan CHA sebelum diajukan ke Komisi III DPR.

Sebelumnya, Sebanyak 45 orang dari 113 orang CHA dinyatakan lulus Seleksi Kualitas oleh KY. Para CHA yang lulus selanjutnya mengikuti Seleksi Kesehatan dan Kepribadian pada minggu ketiga Juni 2021. Pengumuman kelulusan itu disampaikan oleh Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Siti Nurdjanah melalui konferensi pers secara daring, Rabu (5/5).

Penetapan kelulusan seleksi kualitas tersebut dibahas dalam Rapat Pleno KY CHA Tahun 2021, Selasa, 4 Mei 2021 di Ruang Rapat Pimpinan KY, Jakarta Pusat. “Untuk calon hakim agung yang lolos seleksi kualitas berjumlah 45 orang yaitu 33 orang berasal dari jalur karir dan 12 orang berasal dari jalur nonkarier,” ujar Siti Nurdjanah.

Nurdjanah mengatakan dari 45 calon hakim agung yang lulus seleksi, bila dirinci berdasarkan jenis kamar yang dipilih, terdiri dari 27 orang memilih kamar Pidana; 13 orang memilih kamar Perdata; 3 orang memilih kamar Militer; dan 2 orang memilih kamar TUN (khusus pajak).

Berdasarkan jenis kelamin, lanjut Nurdjanah, 40 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. “Berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak 16 orang bergelar master dan 29 orang bergelar doktor,” lanjut Nurdjanah.

Para CHA memiliki latar belakang profesi sebagai hakim sebanyak 33 orang hakim karir, 6 orang akademisi, 1 orang jaksa, 1 orang notaris, serta 4 orang berprofesi lainnya. “Sejauh ini, para calon yang tidak lulus seleksi kualitas karena tidak memenuhi nilai ambang batas atau passing grade yang ditetapkan dalam Rapat Pleno KY,” kata Nurdjanah.

 

SUMBER:https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt6104e009440d1/24-calon-hakim-agung-akan-ikuti-seleksi-wawancara/?