ricky-margono-pengurus-teras-bahu-nasdem-mundur

JAKARTA– Pengurus teras Badan Advokat dan Hukum (BAHU) Partai NasDem DKI ikut mengundurkan diri dari kepengurusan partai binaan Surya Paloh. Mereka mengatakan sangat berat hati untuk mundur namun, karena konflik dan kekisruhan internal partai menyebabkan mereka ikut hengkang.

“Awalnya kami masuk ke partai NasDem, karena punya satu visi misi menuju Indonesia yang lebih baik terutama dari bidang hukumnya. Saya kumpulkan teman-teman yang tahu hukum. Kami berlatar belakang advokat, dan tugas kami jadi pelindung masyarakat,” ungkap Ketua BAHU NasDem DKI Ricky Margono saat jumpa pers di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Dia pun menceritakan tentang kronologi kekecewaan pengurus teras BAHU NasDem BKI sehingga mengundurkan diri dari partai. “Saya dulu Ketua Bidang I Garda Pemuda NasDem DKI Jakarta, yang jadi pertanyaan kenapa teman-teman Garda jadi demikian. Pada saat kongres, hari yang sama, itu DPW DKI Jakarta 100 persen kepengurusannya mengundurkan diri. BAHU menempel kepada dua institusi, menempel ke DPW, ketika ingin menghadiri kongres kami kebingungan karena keseluruhan pemberi mandat kami mengundurkan diri. Kami lari ke DPP BAHU untuk memberikan mandat kepada kami dengan cara tiba-tiba,” katanya.

Selain tak tahan dan tak kuat melihat konflik internal partai, Ricky yang berprofesi sebagai advokat itu mengatakan kecewa dengan proses pengambil alihan posisi Ketua Umum Partai oleh Surya Paloh dari Patrice Rio Capella pada Minggu, 27 Januari kemarin. Menurut dia, pengambil alihan Ketum Partai tidak dilakukan secara demokratis oleh Surya Paloh.

“Dalam kongres saya tidak terlalu tahu betul, bapak yang sangat kita hormati Surya paloh yang jadi panutan kami anak-anak muda mengatakan diangkat secara aklamasi oleh teman-teman partai. Kita lihat banyak tokoh senior masuk NasDem, saya secara pribadi tidak keberatan asalkan cita-cita partai NasDem untuk restorasi bisa terlaksana,” jelas dia.

Bahkan kata dia, seharusnya sosok Surya Paloh bisa merangkul anak-anak muda yang tengah berkonflik bukan lantas semena-mena mengambil alih posisi Ketua Umum dan permasalahan konflik anak-anak justru semakin memuncak.

Sehingga dia melihat, partai semakin tak memiliki arah tujuan yang jelas dan posisi BAHU pun berada didua struktur. “Kami mundur karena ketidak jelasan partai, dengan seperti ini kami mengambil langkah, kaki di partai kami ada dua posisi, menempel kepad apartai di wilayah dan DPP BAHU, ketika satunya mengalami DPW bubar 100 persen kami mencari induk dan hingga saat ini DPW DKI belum terbentuk. Pekerjaan tidak bisa dilakukan keadaan morat marit seperti ini,” imbuhnya. (ugo)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2013/02/05/339/757200/giliran-pengurus-teras-bahu-nasdem-mundur