A. Kasus Posisi:
Pada tanggal 22 Agustus 2011, Pekerja telah dikenakan sanksi oleh Perusahaan berupa Surat Peringatan Ketiga. Dalam Surat Peringatan itu, Perusahaan memutuskan untuk merumahkan Pekerja selama 10 (sepuluh) hari kerja dengan ketentuan bahwa Pekerja tidak boleh berada di areal tempat bekerja.  Kemudian pada tanggal 20 September 2011, Pekerja dikenakan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja oleh Perusahaan tanpa ada Surat Pemutusan Hubungan Kerja dan tanpa diberikan pesangon dan atau kompensasi apapun, padahal Pekerja telah bekerja selama 8 (delapan) tahun 6 (enam) bulan.
Guna mendapatkan hak atas kompensasi pemutusan hubungan kerja berupa ganti rugi sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pekerja mengajukan permohonan pencatatan perselisihan hubungan industrial dan pelimpahan penanganan perkara perselisihan hubungan industrial kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, pada tanggal 28 September 2011. Kemudian, pada tanggal  01 Desember 2011,  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, telah menerbitkan Anjuran Nomor 138/ANJ/D/XII/2011 yang diberitahukan kepada Pekerja dan Perusahaan melalui Surat tanggal 14 Desember 2011.